bintang

Sabtu, 16 Januari 2016

Catatan Malam Minggu ( jilid 1 )



Malam minggu jam 23:00 saya mulai berpikir untuk menulis lagi apa yang saya rasakan apa yang saya pikirkan dan apa yang saya lakukan ...
sekarang saat saya duduk sendiri saya berpikir untuk pulang dan menemui orang yang saya sayangin yaitu kedua orang tua ku... saat ini dilema melanda ku, saat ku ingin pulang aku harus menyelesaikan apa kewajiban ku dalam suatu Organisasi dan ketika ku ingin bertahan, rasa rindu ini datang ketika sunyi melanda dan gelapnya malam ... terkadang, aku merenungi apa yang harus kulakukan ? pilihan mana yang harus ku pilih ? aku terdiam hanya menatap leptop tiap malam nya. Rasa rindu yang cukup besar terhadang oleh apa yang menjadi kewajiban ku dalam suatu organisasi. Aku seperti orang bodoh dan pengecut yang takut mengambil suatu pilihan...
Aku terus memanipulasi kata agar orang sekitar beserta teman-teman melihat ku kuat dan tidak memiliki rasa rindu sedikit pun, tapi kenyataan nya aku rapuh dengan apa yang ku pilih dan apa yang kulakukan. Aku hanya orang lemah yang terlihat kuat dihadapan teman-teman ku... Aku selalu memotivasi mereka dengan kata-kata yang indah dan masuk akal agar mereka kuat dan tidak menyesali apa yang mereka pilih sedangkan hatiku sendiri tidak selaras dengan apa yang ku katakan, aku membohongi diriku sendiri, bombohongi bahwa diriku ini kuat, aku membohongi semua orang dengan kata-kata yang kurangkai sedemikian rupa agar ku bisa menutupi apa yang terjadi dalam jiwa ku. Aku mulai menyeselai apa yang ku pilih, aku sadar aku berada di dalam dinamika yang salah, aku memilih hal yang amat membunuh ku dalam kerinduan, aku mulai sadar bahwa aku ini orang yang bodoh dengan pilihan yang bodoh. Waktu sedikit demi sedikit mulai lenyap dan aku tidak bisa menariknya kembali waktu... itu hal yang mustahil dan tidak mungkin terjadi.
Jam 23;30 aku keluar dari kamar, ingin mencari makanan yang cukup menjanggal perut sampai pagi. aku berjalan seorang diri dan sesekali aku merasakan angin sepoi-sepoi menabrak muka ku, sesampai di warung dan saya langsung memesan nasi goreng ( hanya nasi goreng yang ada pada malam itu ).
Ketika saya menunggu pesanan saya, ada orang yang datang mendekati ku... Dia seorang perempuan tapi perempuan tua.. yah bisa di sebut nenek-nenek lah. dan percakapan pun dimulai, karna saya orangnya agak rama saya langsung menyapa nenek itu duluan...
Saya : Hay nek malam-malam mau kemana ?
Nenek : beli nasi goreng nak..
Saya : oh iyah ... emang untuk siapa nek ?
Nenek : untuk cucu nenek yang kelaparan ( dengan senyum polosnya )

Percakapan terhenti sementara dan aku mulai berpikir bahwa begitu tulusnya nenek itu untuk cucunya, tengah malam dengan jalan yang terpincang pincang dia berusaha mencari makanan untuk seorang cucu yang dia sayangin. Saat itupun saya bernostalgia ... memikirkan kembali apa yang mama dan bapak saya lakukan ketika saya sakit, mereka rela bangun tengah malam ketika saya menjerit dan kehausan ... dengan muka yang kecapean dan berusaha tersenyum agar anak nya tidak khawatir melihatnya, dia pergi mengambil air minum dan memberikan kepada saya... saat itu dia tidak marah mau pun tidak memperlihatkan wajah yang kecapean tadi dan dia berkata “ Cepat sembuh yah nak “ dan saya mengangguk saja saat itu. Begitu tulus kasih sayang nya kepada ku. saya tidak bisa membayangkan betapa besar rasa cinta nya kepada ku... pas saya mau bernostalgia lagi eh... nenek manggil saya ... dan percakapan pun di mulai lagi :D
Nenek : orang mana nak ?
Saya : Bima nek
Nenek : oh iyah, Nggak pulang kampung nak ?
Saya : ( saya rasa nenek itu sudah tau kota bima ) nggak nek... ( dengan muka senyum )
Nenek : kenapa ? nggak kangen sama orang-orang rumah ?
Saya terdiam sebentar...
Saya : Kangen sih nek... tapi saya ada urusan lagi di sini ( muka yang sok imut )
Nenek : Ohiyah nak, terkadang hati memang menginginkan pulang nak... tapi keadaan sekitar tidak menyuruh kita pulang dan dikondisi itu kita tidak bisa berbuat apa-apa... dan saya kagum sama kamu nak karna kamu lebih mengutamakan Pemikiran mu ketimbang perasaan kangen mu.. ( muka yang polos dan agak keriput itu tersenyum )
Saya : Oh iyah nek ( muka sok ganteng )
sebenarnya saya mau lanjutin pertanyaan tapi pesanan saya sudah jadi dan saya harus pulang ke kos...
Ternyata pesanan nenek tadi juga sudah hampir mau selesai, saya menunggu dan ingin mengantarnya, bukan masalah mau cari muka atau apa saya memang merasa ibah melihat nenek itu dengan jalan yang terpincang-pincang...
Saya : saya antar nenek pulang yah ? takutnya nenek kenapa-kenapa
Nenek : ohiyah nak... terima kasih
Jam sudah menunjukan 00:00 saya terus berjalan dengan nenek yang jalannya berbincang-bincang..
Sesekali saya tanya ke nenek ..
Saya : dimana rumah nya nek ?
Nenek : disana nak ( Nunjuk TPU dekat daerah situ )
Saya mulai berpikiran aneh... dan agak merinding ( mungkin samping kuburan itu pikir saya )
Saya terus jalan ... saya liat jam sudah menunjukan pukul 00:30
Pas di depan pintu kuburan dan saya melihat kesamping dan tiba-tiba nenek itu sudah tidak ada... ( muka kaget, kebingungan dan takutpun mulai melanda dan saya mulai berpikir masa ada nenek yang keluyuran malam-malam ) saya melihat hanya pohon-pohon besar di sekitar saya dan nenek itu menghilang entah kemana ... saya berlari dan nggak berani melihat kemana-mana selain hanya menunduk ... saya berlari sekencang mungkin ( muka yang tadinya ganteng berubah menjadi muka yang pas-pasan )... terus saya capek dan istirahat sejenak saya melihat kekiri dan kekanan tidak ada seorang pun dan hanya bunyi jangkrik dan pohon-pohon yang di tiup angin ...
Ketika saya mau melanjutkan lari ada tangan yang memegang kaki kiri saya... saya pun berteriak dan ternyata Leon alias Muslimin membangunkan saya karna sudah pukul 8:00 ...
Ternyata cuman mimpi :D saya langsung tertidur pas saya selesai menulis kerinduan saya. tadi malam saya tidak keluar membeli makanan :D maaf yah :D Sudah tegang pasti :D

TERIMA KASIH SUDAH MAU MEMBACA SAMPAI SELESAI :D

Hahahaha... nanti ada cerita-cerita yang lebih seru lagi yang saya buat :D
Karna setiah hari minggu saya mempubliaksikan tukisan saya ^_^ Semoga bermanfaat :D

2 komentar:

  1. sudah bagus untuk memulai sebuah cerita, good job bro! kembangkan lagi!
    kesalahannya ada di penggunaan kalimat yang efektif sama ada kesalahan penulisan yang emang susah buat diperbaiki harus jeli melihatnya sama jangan menggunakan bahasa yang setengah-setengah broo. baku sama santai itu beda
    semangat broo! ditunggu kisahnya

    BalasHapus
  2. Hahaha... Asem nih penulisnya..

    BalasHapus