Malam minggu jam
23:00 saya mulai berpikir untuk menulis lagi apa yang saya rasakan apa yang
saya pikirkan dan apa yang saya lakukan ...
sekarang saat saya duduk sendiri saya berpikir untuk pulang dan menemui orang yang saya sayangin yaitu kedua orang tua ku... saat ini dilema melanda ku, saat ku ingin pulang aku harus menyelesaikan apa kewajiban ku dalam suatu Organisasi dan ketika ku ingin bertahan, rasa rindu ini datang ketika sunyi melanda dan gelapnya malam ... terkadang, aku merenungi apa yang harus kulakukan ? pilihan mana yang harus ku pilih ? aku terdiam hanya menatap leptop tiap malam nya. Rasa rindu yang cukup besar terhadang oleh apa yang menjadi kewajiban ku dalam suatu organisasi. Aku seperti orang bodoh dan pengecut yang takut mengambil suatu pilihan...
Aku terus
memanipulasi kata agar orang sekitar beserta teman-teman melihat ku kuat dan
tidak memiliki rasa rindu sedikit pun, tapi kenyataan nya aku rapuh dengan apa
yang ku pilih dan apa yang kulakukan. Aku hanya orang lemah yang terlihat kuat
dihadapan teman-teman ku... Aku selalu memotivasi mereka dengan kata-kata yang
indah dan masuk akal agar mereka kuat dan tidak menyesali apa yang mereka pilih
sedangkan hatiku sendiri tidak selaras dengan apa yang ku katakan, aku membohongi
diriku sendiri, bombohongi bahwa diriku ini kuat, aku membohongi semua orang
dengan kata-kata yang kurangkai sedemikian rupa agar ku bisa menutupi apa yang
terjadi dalam jiwa ku. Aku mulai menyeselai apa yang ku pilih, aku sadar aku
berada di dalam dinamika yang salah, aku memilih hal yang amat membunuh ku
dalam kerinduan, aku mulai sadar bahwa aku ini orang yang bodoh dengan pilihan
yang bodoh. Waktu sedikit demi sedikit mulai lenyap dan aku tidak bisa
menariknya kembali waktu... itu hal yang mustahil dan tidak mungkin terjadi.sekarang saat saya duduk sendiri saya berpikir untuk pulang dan menemui orang yang saya sayangin yaitu kedua orang tua ku... saat ini dilema melanda ku, saat ku ingin pulang aku harus menyelesaikan apa kewajiban ku dalam suatu Organisasi dan ketika ku ingin bertahan, rasa rindu ini datang ketika sunyi melanda dan gelapnya malam ... terkadang, aku merenungi apa yang harus kulakukan ? pilihan mana yang harus ku pilih ? aku terdiam hanya menatap leptop tiap malam nya. Rasa rindu yang cukup besar terhadang oleh apa yang menjadi kewajiban ku dalam suatu organisasi. Aku seperti orang bodoh dan pengecut yang takut mengambil suatu pilihan...
Jam 23;30 aku
keluar dari kamar, ingin mencari makanan yang cukup menjanggal perut sampai
pagi. aku berjalan seorang diri dan sesekali aku merasakan angin sepoi-sepoi
menabrak muka ku, sesampai di warung dan saya langsung memesan nasi goreng (
hanya nasi goreng yang ada pada malam itu ).
Ketika saya
menunggu pesanan saya, ada orang yang datang mendekati ku... Dia seorang
perempuan tapi perempuan tua.. yah bisa di sebut nenek-nenek lah. dan
percakapan pun dimulai, karna saya orangnya agak rama saya langsung menyapa
nenek itu duluan...
Saya : Hay nek
malam-malam mau kemana ?
Nenek : beli nasi
goreng nak..
Saya : oh iyah
... emang untuk siapa nek ?
Nenek : untuk
cucu nenek yang kelaparan ( dengan senyum polosnya )
Percakapan terhenti
sementara dan aku mulai berpikir bahwa begitu tulusnya nenek itu untuk cucunya,
tengah malam dengan jalan yang terpincang pincang dia berusaha mencari makanan
untuk seorang cucu yang dia sayangin. Saat itupun saya bernostalgia ...
memikirkan kembali apa yang mama dan bapak saya lakukan ketika saya sakit,
mereka rela bangun tengah malam ketika saya menjerit dan kehausan ... dengan
muka yang kecapean dan berusaha tersenyum agar anak nya tidak khawatir
melihatnya, dia pergi mengambil air minum dan memberikan kepada saya... saat
itu dia tidak marah mau pun tidak memperlihatkan wajah yang kecapean tadi dan
dia berkata “ Cepat sembuh yah nak “ dan saya mengangguk saja saat itu. Begitu
tulus kasih sayang nya kepada ku. saya tidak bisa membayangkan betapa besar
rasa cinta nya kepada ku... pas saya mau bernostalgia lagi eh... nenek manggil
saya ... dan percakapan pun di mulai lagi :D
Nenek : orang
mana nak ?
Saya : Bima nek
Nenek : oh iyah,
Nggak pulang kampung nak ?
Saya : ( saya
rasa nenek itu sudah tau kota bima ) nggak nek... ( dengan muka senyum )
Nenek : kenapa ?
nggak kangen sama orang-orang rumah ?
Saya terdiam
sebentar...
Saya : Kangen sih
nek... tapi saya ada urusan lagi di sini ( muka yang sok imut )
Nenek : Ohiyah
nak, terkadang hati memang menginginkan pulang nak... tapi keadaan sekitar
tidak menyuruh kita pulang dan dikondisi itu kita tidak bisa berbuat apa-apa...
dan saya kagum sama kamu nak karna kamu lebih mengutamakan Pemikiran mu
ketimbang perasaan kangen mu.. ( muka yang polos dan agak keriput itu tersenyum
)
Saya : Oh iyah
nek ( muka sok ganteng )
sebenarnya saya
mau lanjutin pertanyaan tapi pesanan saya sudah jadi dan saya harus pulang ke
kos...
Ternyata pesanan
nenek tadi juga sudah hampir mau selesai, saya menunggu dan ingin mengantarnya,
bukan masalah mau cari muka atau apa saya memang merasa ibah melihat nenek itu
dengan jalan yang terpincang-pincang...
Saya : saya antar
nenek pulang yah ? takutnya nenek kenapa-kenapa
Nenek : ohiyah
nak... terima kasih
Jam sudah
menunjukan 00:00 saya terus berjalan dengan nenek yang jalannya
berbincang-bincang..
Sesekali saya
tanya ke nenek ..
Saya : dimana
rumah nya nek ?
Nenek : disana
nak ( Nunjuk TPU dekat daerah situ )
Saya mulai
berpikiran aneh... dan agak merinding ( mungkin samping kuburan itu pikir saya
)
Saya terus jalan
... saya liat jam sudah menunjukan pukul 00:30
Pas di depan
pintu kuburan dan saya melihat kesamping dan tiba-tiba nenek itu sudah tidak
ada... ( muka kaget, kebingungan dan takutpun mulai melanda dan saya mulai berpikir
masa ada nenek yang keluyuran malam-malam ) saya melihat hanya pohon-pohon
besar di sekitar saya dan nenek itu menghilang entah kemana ... saya berlari
dan nggak berani melihat kemana-mana selain hanya menunduk ... saya berlari
sekencang mungkin ( muka yang tadinya ganteng berubah menjadi muka yang
pas-pasan )... terus saya capek dan istirahat sejenak saya melihat kekiri dan
kekanan tidak ada seorang pun dan hanya bunyi jangkrik dan pohon-pohon yang di
tiup angin ...
Ketika saya mau
melanjutkan lari ada tangan yang memegang kaki kiri saya... saya pun berteriak dan
ternyata Leon alias Muslimin membangunkan saya karna sudah pukul 8:00 ...
Ternyata cuman
mimpi :D saya langsung tertidur pas saya selesai menulis kerinduan saya. tadi
malam saya tidak keluar membeli makanan :D maaf yah :D Sudah tegang pasti :D
TERIMA KASIH
SUDAH MAU MEMBACA SAMPAI SELESAI :D
Hahahaha... nanti
ada cerita-cerita yang lebih seru lagi yang saya buat :D
Karna setiah hari minggu saya mempubliaksikan tukisan saya ^_^ Semoga bermanfaat :D

sudah bagus untuk memulai sebuah cerita, good job bro! kembangkan lagi!
BalasHapuskesalahannya ada di penggunaan kalimat yang efektif sama ada kesalahan penulisan yang emang susah buat diperbaiki harus jeli melihatnya sama jangan menggunakan bahasa yang setengah-setengah broo. baku sama santai itu beda
semangat broo! ditunggu kisahnya
Hahaha... Asem nih penulisnya..
BalasHapus